Photobucket Dapatkan Uang Dengan Hanya melihat-lihat iklan yang ada, mudah dan menyenangkan, cobalah sekarang juga, GRATIS ! klik diatas

Senin, 01 Desember 2008

Pengasuh Hewan Bagian 5

Akhirnya aku berhasil membawa semua perhiasan itu kerumah nenek, hari itu hari senin, jadi masih ada 6 hari lagi ke hari sabtu, hari dimana aku bisa pulang tanpa dicurigai, perhiasan perhiaan itu kutaru di kandang kuda, jadi semuanya aman. Namun semuanya tidak berjalan semulus yang kuduga. Joki rupanya sangat horny padaku, dia bahkan sering berusaha menyetubuhi kakiku dan melompat lompati aku. Terpaksa anjing ini kukurung di kandang bekas Tokang. Namun sialnya baru sehari dikurung, nenek membawa lagi 3 orang utan berbulu emas, kali ini orang utan biasa, 2 jantan dan 1 betina,

Selama ke tiga orang utan ini berada di kandang, Joki selalu mengejar ngejar aku, bahkan seringkali pintu luar rumah dikorek koreknya dari luar, setiap ada kesempatan bertemu, moncongnya yang kasar dan bau itu selalu disodok sodokannya ke selangkanganku.

Aku merasa malu sekali…jangan jangan anjing ini sadar saat kurakura tua meminjam tubuhnya untuk melakukan senggama denganku ?!...jangan jangan dia merasa pernah melakukannya dan merasa hal itu bloeh boleh saja…?! Oh…astaga…aku tidak tahu pasti, namun yang jelas tingkah polah Joki yang sekarang telah memberikan gambaran seperti itu, sekarang anjing ini benarbenar bernafsu padaku, setiap kali aku mengusirnya menjauh dia tidak mendengarkanku…sehingga aku jadi malas keluar rumah kecuali terpaksa seperti menyapu halaman dan mandi…

Hari Kamis, pagi itu aku berhasil menyelinap ke kandang kuda nenek untuk mengambil karung perhiasan hadiah sang kura kura..kubawa diam-diam menuruni bukit rumah nenek dan sesampainya aku di pinggir jalan, kusembunyikan kantung perhiasan itu ditempat yang aman (jalan kecil tak beraspal tempat yang selalu dilalui mas Heru saat menjemputku pulang), aku berharap aku bisa mengambilnya nanti sewaktu dijemput mas Heru hari sabtu.

Sesudah melakukannya aku kembali ke rumah nenek, berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan. Sesampainya dihalaman, jantungku berdebar kencang, kuharap …sangat kuharap aku tidak bertemu nenek atau penghuni rumah lainnya..aku tidak mau diinterogasi dan terlihat gugup…

Namun sungguh diluar keinginanku aku bertemu nenek di halaman, rupanya dia sedang menyapu dan memetik buah, aku langsung gugup karenanya, andai aku tidak berkaitan dengan harta perhiasan gaib itu tentu aku tidak segugup ini…”eh, kemana saja kau Ayu ? pagi pagi ini pakaianmu sudah kotor ? “ sapa nenek tersenyum, ah..gawat ! rokku agak kotor terkena tanah saat aku berusaha memanjat bukit tadi…”tadi..ehnnmmm…sa..saya membuang sampah nek..” jawabku tertahan…” nenek mengangguk perlahan….namun matanya yang tajam seolah menusuk kedalam jiwaku…aku benar benar gugup…jangan jangan da tahu tentang perhiasan itu…pikirku…”sepertinya kamu agak sakit?” tanya nenek lagi…”tii…tidak..”jawabku terpojok..aku tidak dapat mengelak lebih lama lagi….sampai….

Guukguukkk…astaga..Joki..! anjing celaka ini dating disaat yang tepat..memecah kesunyian diantara aku dan nenek…”oh..si Joki…sekarang tambah gemuk dia…kamu pintar merawat, Ayu..” puji nenek sambil mengelus elus kepala Joki..dan saat yang tepat untuk beralih saat perhatiannya berubah…”ehmm…nenek bisa aja…sini..biar saya mandikan dulu…” pintaku… nenek hanya tersenyum ramah…aku tahu hanya itu jalan satu satunya untuk menghilang sejenak dari pandangan nenek… …

Kutarik kalung Joki dan kutuntun ke kamar mandi… sesampainya disana, pintu kukunci rapat…perlahan kuhembuskan nafas keteganganku…perhiasan itu sudah aman..dan yang terpenting nenek sepertinya tidak curiga sama sekali…

Aku merasa sangat senang dan tenang sekarang…hanya perkara memandikan Joki, bukan hal yang sulit bagiku…Joki suka mandi di pancuran…jadi kubuka saja kerannya dan kumandikan dia di bawah pancuran. Mungkin karena rasa senang yang menghampiriku, aku merasa mandi bareng anjing ini tidaklah terlalu buruk, toh aku sudah mendapatkan perhiasan itu, dan dengan cuek kutanggalkan seluruh pakaianku…dengan cepat kami berdua telah bertelanjang bulat. Aku berjongkok untuk menyabuni tubuhnya sedangkan Joki sibuk menjilati dadaku, perutku dan tentu saja kewanitaanku…lidah Joki yang keras membuatku kegelian…kupikir tanpa anjing ini aku tidak dapat disembuhkan dan perhiasan dari sang kurakura tak pernah kudapat…kupikir mungkin aku bisa memberinya hadiah kecil sebagai terima kasihku…aku kemudian berdiri…dan membalikan tubuhku..agak menunggingkan pantatku…dan Joki mngerti itu…dijilatinya anusku…bisa kurasakan dengusan nafasnya berpacu dibelahan pantatku…

Semakin lama, permainan ini semakin enak…secara tidak sadar aku meraba raba itilku…rasanya sangat menggelikan…Joki yang melihat itu memajukan moncongnya dan menjilati vaginaku…terang saja bulu moncognya yang kasar serta kumisnya yang runcing menusuk nusuk kulit kemaluanku..Joki tidak sengaja melakukannya namun rasa geli geli itu membuatku tidak bisa menahan nafsuku…ughhh…ohhhh…rasanya enaakk sekali…kubalikan tubuhku dan aku duduk di pinggiran kloset duduk, kubiarkan Joki menjilati bibir vaginaku dengan leluasa…aku mengelus elus kepalanya…aku merasakan kenikmatan yang bahkan belum pernah kurasakan bersama mas Heru…Joki yang sudah tidak tahan mengangkat kedua kakinya kupundakku…kulihat dengan jelas kemaluannya tampak merekah dan merah….kupikir saat ini aku bisa saja mengakhirinya…namun entah kenapa mataku beradu pandang dengan mata Joki…matanya yang hitam bulat terlihat lucu dan bening…mata ini murni tanpa ego…cukup lama aku menatapnya, mata itu seolah berkata “ please…aku ingin merasakannya sekali lagi…”

Aku berada didalam keputusan antara menerimanya atau mendorong Joki…namun keputusanku mungkin akan unik…kugenggam kelamin anjing itu…dan “baiklah, kamu dapat apa yang kamu inginkan..”bisikku dalam hati…

Joki adalah anjing kampung, mainnya paling banter sama betina kampung, namun kali ini kelaminnya mendapatkan memek betina manusia…kutarik kelamin si Joki dan kugesek gesekan ke bibir vaginaku…geli juga rasanya…senmakin lama kurasakan tidak adil baginya…dan kali ini aku benar benar melakukannya..aku memasukan kelamin Joki kedalam liang kewanitaanku !

Ughh…ugh…kudorong-dorongkan pantat Joki sehingga alat kelaminnya semakin tenggelam dalam vaginaku..andai dia bisa bicara aku ingin tahu apa komentarnya tentang liang kewanitaanku….paha Joki benar benar mengeras..begitu juga kelaminnya, aku bisa merasakannya sampai bergetar-getar menahan nafsunya…aku memeluk Joki erat…kuelus elus bulunya yang pendek…bulunya yang hitam legam terlihat bersih karena sering dimandikan…Joki menjadi pejantan yang sehat.

Beberapa menit kemudian sodokan Joki melambat..bahkan berhenti…kurasakan semburan spermanya muncrat begitu hebat didalam liangku…kelamin Joki berdenyut denyut hebat…sesaat kami masih berpelukan….dan tak lupa aku berbisik “terima kasih…”

Perlahan lahan Tubuh Joki kudorong menjauh, Penisnya yang masih terbenam di kemaluanku perlahan keluar…masih basah dan merekah…Kelamin itu tampak berdenyut hebat…sepertinya dia menikmati stiap detik persetubuhan kami…

Setelah Joki berdiri dengan keempat kakinya, akupun bangkit….mani cair si joki menetes keluar dari liang kewanitaanku…perlahan moncong Joki yang kasar didekatkan ke memekku…mengndus endus dia, and lalu mejilati maninya sendiri…perasaanku sendiri setelah bersenggama dengan Joki terasa melunak dengan anjing itu, kubiarkan dia menjilati bersih bibir vaginaku.

Setelah puas dengan itu, aku mengambil centong dan mengguyur badanku dengan air hingga bersih…segarnya….. !

Template by : kendhin x-template.blogspot.com