Photobucket Dapatkan Uang Dengan Hanya melihat-lihat iklan yang ada, mudah dan menyenangkan, cobalah sekarang juga, GRATIS ! klik diatas

Senin, 01 Desember 2008

Pengasuh Hewan Bagian 4

Tiga hari sejak kubiarkan bunga itu memasukan kepala putiknya kedalam liang kewanitaanku aku menginginkannya lagi, Tokang dan Joki yang sering iseng juga menambah kuat keinginanku untuk melakukannya, tanpa mas Heru sebagai pejantan, hanya bunga itu yang memenuhi syaratku. Akupun melakukannya sekali lagi.

Tak terasa hari sabtu telah tiba, akupun sampai dirumah dan berkumpul bersama keluargaku…singkat cerita aku merasakan kembali kehidupan normal, malamnya mendapatkan jatah dari mas Herupun tiba, setelah melakukannya aku merasa hal itu biasa saja, mas Heru type pria konvensional, hanya kucek kucek kucek sebentar, trus selesai, senggama menjadi suatu kewajiban belaka.

Hari senin, aku kembali ke rumah nenek, dan entah kenapa hari itu rasa gatal kembali menyergapku, keinginan untuk mengurut urut sesuatu di sela kemaluanku yang gatal terasa sangat .aku ingat siklus cairan bunga itu, dua hari setelah bersenggama maka aku akan merasa tanpa gairah, namun dihari ketiga akan membuatku ketagihan. Pantas saja aku dan mas Heru merasa biasa-biasa saja dalam dua hari ini, pikirku.

Siangnya seperti biasa keinginanku tidak tertahankan, aku mengajak Tokang untuk pergi ke pemandian, segera setibanya disana, Tokang seperti biasa hendak kuikat terlebih dahulu, namun kali ini dia lebih cekatan daridugaanku, semakin lama orang utan kecil ini semakin cerdas dan gesit. Dia melompat dan masuk ke sebuah gua kecil, akupun berlari mengejarnya, ketika aku masuk ke dalam ternyata aku telah menembus ke suatu tempat lain yang belum pernah kulihat, disana ada banyak bunga dan jamur yang besar, ada juga kelinci yang besar (sebesar anjing pudel), pohon pohon pinus..dan kupu-kupu, seperti di negeri dongeng. Aku mengejar Tokang dia memanjat sebuah batu dan diatasnya duduk seekor kurakura yang sudah tampak tua. Aku mendekat untuk menangkap Tokang , namun tiba tiba dikejutkan oleh suara sang kura-kura jantan “jangan menangkapnya, dia tidak bermaksud merepotkanmu, tempat ini adalah tempat bermain bagi siapa saja…Tokang adalah teman kami, dan aku adalah kura kura tua temannya.” Aku terkejut dan gelagapan, namun postur dan perawakan si kura-kura (tingginya mungkin sekitar dadaku) membuat aku tidak takut-takut amat. “si…siapa kamu?” tanyaku…”aku adalah penguasa kolam tempatmu mandi…” jawabnya tegas…”uhh,…maaf, tapi aku tidak tahu jika kolam itu ada penunggunya, bisakah aku meminta maaf ?” jawabku agak terpojok, “ karena kamu telah menggunakan kolam kami dengan tanpa izin, maka kami meminta suatu kesepakatan” aku bertanya kesepakatan apa yang diminta” aku menyukai payudara wanita, jika kamu mau membiarkan aku menyusu, aku akan memberikanmu perhiasan sebagai imbalannya” akupun menyetujuinya.

Hari itu aku membiarkan kura kura tua itu menikmati payudaraku, dia menghisap dan meremas remasnya dengan penuh rasa kenikmatan…”aku sudah lama ga bermain beginian…”katanya senang, walaupun begitu kura kura ajaib ini menepati janjinya padaku, dia memberikan segenggam perhiasan. Karena senang dengan pemberian kurakura itu, keesokannya aku pergi kesana lagi…kura kura tampak senang dengan kehadiranku, dan singkat cerita dia puas dengan payudaraku yang montok dan legit…sampai suatu saat aku mulai merasakan rasa gatal lagi di vaginaku…kucoba untuk menahannya namun tidak bisa…akhirnya kucoba untuk menggaruknya secara sembunyi sembunyi, namun rupanya kura kura ini curiga dan bertanya, akupun menjelaskan dengan malu-malu bahwa vaginaku terasa gatal dan mulai berair. Kura kura mengatakan” itu akibat kamu memasukan kepala putik bunga besar kedalam liang kemaluanmu…sekarang coba kulihat, aku bisa mengobatinya” dengan ragu-ragu kusibakkan kainku dan kupelorotkan celana dalamku, bulu kemaluan yang lebat menghiasi auratku…”coba duduk dan mengangkang katanya “ aku dengan ragu-ragu mengikuti perintahnya..dibukanya bibir vaginaku, namun kupasrahkan saja, mungkin saja dia bisa menyembuhkannya…

Setelah memeriksanya sejenak kurakura itu berkata” hmmm, dahulu, majikanmu juga melakukan hal yang sama…ketahuilah sebuah rahasia , Tokang bukanlah orang utan biasa, tidak lihatkah engkau bahwa dia berbulu emas? Dia adalah yang terakhir dari generasinya, akulah yang memberikan kepada majikanmu dulu…orang utan emas dapat menarik segala kekayaan bagi yang memeliharanya…namun syaratnya dia harus diberikan air susu wanita, sedangkan wanita yang menysuinya akan tersedot nasib baiknya dan rezekinya” pungkas si kura kura “hah , jadi selama ini aku telah dipermainkan oleh nenek itu ?” tanyaku…”ya, apakah kamu tidak berpikir, jika pekerjaannya mudah dan bayarannya bagus kenapa pengasuh Tokang yang terdahulu bisa mundur ?, itu karena mereka telah kehilangan rezekinya dan setelah itu majikannya akan menendangnya….”jawab sang kura kura

“lalu bagaimana cara mengatasinya, aku mohon bantulah aku..”pintaku..”hmmm sulit…tapi jika kau tidak mau hidup menderita sepanjang hidupmu, kamu harus membawakan seekor anjing jantan kemari…hanya itu yang bisa membantumu “sahut sang kura-kura.

Keesokan harinya aku membawa Joki ketempat itu, dan disana sang kurakura telah mengunggu. “ ini adalah anjing jantan yang anda minta, mudah-mudahan cocock” kataku…”yap, ini cocok, tapi sebelumnya aku jelaskan semuanya, yang bisa membersihkanmu hanyalah spermaku, disamping itu dengan adanya sperma itu kamu akan mendapatkan rezeki yang melimpah dan perhiasan yang banyak dariku…namun karena aku sudah tua, dan tidak bisa bersetubuh lagi maka aku akan menggunakan tubuh anjing ini sebagai perantaranya….bagaimana ?” pernyataan sang kurakura membuatku linglung..namun jika hanya ini jalan satu-satunya maka akupun menyanggupinya…aku mengangguk setuju...apa boleh buat…

Kura kura mengajakku masuk ke gua didekat sana untuk melakukan ritual tersebut. Aku diminta melepaskan pakaianku dan tidur diatas sebuah batu besar dalam keadaan telanjang bulat. Sementara itu Joki rupanya sudah tidak sabaran, kupikir tanpa pergantian rohpun dia tetap berhasart padaku…sang kura kurapun duduk bersila, lalu tubuhnya ambruk ketanah pertanda rohnya sudah masuk ketubuh Joki. Joki yang sekarang tiba-tiba terdiam, lalu dia bisa bicara “ wah…sepertinya anjing ini cabul sekali…dia tidak tahan melihat kemolekan tubuhmu dan dari dulu berhasrat menjalin senggama denganmu…hal ini akan memudahkanku” ooohhh…tidak…pikirku…aku pasrah saja, aku hanya ingin sembuh, dan walaupun syaratnya cukup sulit, namun aku menjalaninya dengan pasrah.

Kepala joki yang kasar dan hitam mendekati kemaluanku…aku terlentang tanpa busana diatas batu besar itu…perlahan lahan dia mengendus-endus…kurasakan semburan nafasnya disela-sela selangkanganku….

“aku akan menjilati itilmu dahulu, supaya kemaluanmu lebih berair” sahut Joki, akupun mengangguk, kukangkangkan kedua pahaku sehingga lidah Joki yang kasar bisa menjilati itilku, lidahnya keras dan kasar, dengan cepat aku mengalami rangsangan, rupanya sang kurakura tua sangat mahir merangsang wanita. “ah kau sudah mulai terangsang rupanya, sepertinya ini saatnya” Joki melompat keatas, aku merasa sangat tegang, namun tak ada yang bisa kulakukan,tubuh molekku dijilatinya semua, payudaraku yang padat dan kencang juga, akhirnya alat kelamin kami berdua saling bergesekan semakin lama itilku semakin geli karenanya..” cepat masukakan sebelum aku keluar “ seru sang kura kura..aku segera menggenggam kontol si Joki dan memasukannnya kedalam liang wanitaku perlahan tapi pasti kami berdua berusaha memasukannya perlahan demi perlahan, dan sekarang semuanya amblas hingga buhul anjing itu juga. Tak pernah kusangka aku akan bersetubuh dengan seekor anjing kampung…Posisiku terkunci dibawah, terlentang dan mengangkang, sedangkan Joki menindihku dari atas. Pantatku bergoyang goyang karena sodokannya, tak kusangka aku bisa bersetubuh dengan anjing kampung ini. Kontolnya yang besar, sesak didalam liang vaginaku.

Sang penunggu didalam tubuh Joki terus memacu kontolnya, sedangkan aku mulai merasakan iramanya, ikut menggoyang goyangkan pinggulku. Lama kelamaan sodokannya makin keras dan cepat….Akhirnya aku orgasme juga, bersamaan dengan Joki yang menyemprotkan spermanya kedalam liangku…ughh..ugh…Joki menggeram hebat…croottt..croottt banyak sekali sperma yang ditumpahkannya ke liangku…sepertinya dia benar benar puas sekali…tubuh anjing Joki agak lama tidak melakukan perkawinan, dan kali ini nafsunya dikeluarkan didalam kemaluanku, seorang wanita molek yang sudah menikah…

Aku terlunglai kelelahan, Joki juga, aku kemudian terlelap dan ketika terbangun di sekitarku terdapat banyak sekali kalung emas dan permata, aku segera mengumpulkannya dan membawanya pulang, aku berusaha melupakan kejadian persetubuhanku dengan Joki, dan lebih memikirkan cara membawa pulang semua perhiasan itu….

Template by : kendhin x-template.blogspot.com